Tidak Mampu, Calon Siswa Tetap Bisa Bersekolah

oleh -132 Dibaca

Lubuklinggau, JS – Terkait Calon siswa baru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Negeri Kota Lubuklinggau yang terancam tidak bisa masuk sekolah karena tidak mampu membayar biaya adminitrasi, dipastikan tidak akan membayar dan bisa masuk sekolah.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala SMK Negeri 2 Lubuklinggau Eriani saat dikonfirmasi terkait ada calon siswa yang belum mampu membayar biaya administrasi, terancam tidak bisa masuk sekolah, Rabu (01/07/20).

“Sudah kita bantu dan sudah diselesaikan hari ini (Rabu,01/07). Calon siswa tersebut justru sudah kita terima dengan tanpa syarat, dalam arti tidak membayar sepeserpun biaya adminitrasi yang seharusnya dibayar,”katanya.

Lanjut Eriani, orang tua siswa tersebut belum pernah ada menghadap dirinya selaku kepala sekolah SMK Negeri 2 Lubuklinggau, maupun menghadap ketua panitia PPDB. Seharusnya kedua anak itu tes pada sesi pertama, tapi salah satunya tidak bisa ikut tes dengan alasan operasi mata.

“Dengan kebijakan pihak sekolah justru anak tersebut masih bisa mengikuti tes pada sesi berikutnya, jadi kita sejak awal sudah membantu,‚ÄĚtegas Eriani.

Selanjutnya dirinya juga tidak akan memberatkan keluarga yang tidak mampu, apalagi anak nya benar-benar ingin sekolah pasti akan kita akan bantu. Bahkan ada yang kakak beradik menghadap dirinya pada tanggal 30 Juni sebelum berita ini terbit, sepintas emang betul-betul keluarga tidak mampu, maka hati nurani dirinya memutuskan, bahwa ibunya cukup bayar untuk 1 siswa kakaknya saja, sedangkan adiknya di gratiskan.

“Terkait kebijakan syarat administrasi yang harus dipenuhi oleh Calon siswa saat registrasi tersebut ialah untuk melihat sejauh mana keseriusan calon siswa untuk masuk ke SMKN 2 Lubuklinggau,”jelasnya.

Dan lanjut Eriani jika melihat dari data yang kita punya ada Calon Siswa kita membayar, seperempat, setengah dan tetap diproses dan dirinya yakini masuk kesekolah nantinya.

“Dan uang 1,2 juta yang dititipkan dari orang tua kepada sekolah itu bukan serta merta untuk biaya administrasi melainkan untuk membuat atribut kelengkapan sekolah seperti, seragam batik, baju olahraga, baju praktik kejuruan, sepatu jadi bukan untuk biaya administrasi masuk sekolah,”tutupnya.*Rilis/Reki Alpiko