Tak Ada Pemisah Antara Pemimpin Dengan Rakyat

oleh -1.644 Dibaca

Lubuklinggau, JS – Kampanye dialogis pasangan nomor urut 2 (dua) calon Walikota dan Wakil walikota  Nan-Suko kali ini hampiri warga dengan cara berjalan kaki dengan menyelusuri Gank-Gank  RT. 02 wilayah kelurahan Linggau Ilir, warga RT. 02 Kel. Pasar Pemiri, dan warga RT. 06 Kel. Bandung Kiri , Sabtu, (10/03/18).

Nanan Membaur bersama Rakyat, mainkan alat musik Tambur di Kelurahan Bandung Kiri, Sabtu (10/03)

Masyarakat RT. 02 Kel. Linggau Ilir dan RT. 02 Kel. Pasar Pemiri yang mayoritas wang Coul (suku -red) dan Musi sedangkan masyarakat  RT. 06 Kel. Bandung Kiri mayoritas orang Minang, sangat antusias terhadap paslon nomor 2 ini, terlihat di tempat yang berbedah ratusan masa menyambut kedatangan sosok pemimpin yang menjadi idola ini.

RT. 02 Kel. Linggau Ilir dan Di RT. 02 Kel. Pasar Pemiri Nan-Suko hadir disambut dengan yel-yel khas Nan-Suko, “Nan-Suko BISA”, “Nan-Suko Menang”, “Nan-Suko Lanjutkan” sedangkan di  RT. 06 Kel. Bandung Kiri disambut dengan iring-iringan musik gendang khas Minang, Tambur.

Salah seorang masyarakat RT. 02 Kel. Linggau Ilir, Rusli (39) ketika di wawancarai Jurnalsilampari.com, mengungkapkan Nan-Suko benar-benar merakyat, Pak Nanan orangnya Supel dan Pak Sulaiman Orangnya Berkarismatik.

“Ku jingok Kak Nanan seperti dak atek pemisah antara Rakyat dengan Pemimpin, beliau galak membaur dak nian tejingok Gengsi-gengsinyo, tadi samo Istrinyo nyuboin Es Dogan, pengendara motor setop nak besalaman beliau yang menghampiri, nah kalau Pak Sulaiman orangnyo Santai dan tidak berambisi, jingok be mereka sekarang tetap  maju berpasangan lagi,”katanya.

Ditempat yang terpisah salah satu Warga Kelurahan Bandung Kiri, Misna (44) rela desak-desakan untuk bersalaman dengan Pasangan Nan-Suko mengatakan sebagian besar warga sini adalah pedagang, pasangan Nan-Suko adalah pasangan yang tepat untuk dipilih kembali karena Nan-Suko kami berdagang sangat nyaman selama dipimpin Nan-Suko.

“Di Pasar kami berdagang tidak ada pernah ada keributan, karena Nan-Suko memikirkan hal tersebut, yo kalo ado kekurangan biaso bae, manusio dak atek yang sempurna, kalo dicari-cari kejelekan setiap wong pasti ado jeleknyo, aku dan keluargo tetap milih Nan-Suko,”tutupnya.*Vh/AR