Rilis BPS Provinsi Sumatera Selatan Buktikan Keberhasilan Pemimpin Kota Lubuklinggau Di Waktu Itu

oleh

Lubuklinggau, JS – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan merilis angka kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan mengalami penurunan dari Jumlah Penduduk miskin pada bulan maret tahun 2016 sebanyak 1.101,19 menjadi 1.086,92 di bulan Maret tahun 2017 atau menurun sebanyak 14,28.

Dari 17 Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Selatan Kota Lubuklinggau yang menjadi Indikator penyumbang terbanyak penurunan angka kemiskinan di kota Lubuklinggau selain Kota Palembang dan Musi Banyuasin.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan Yos Rusdiansyah dalam rilisnya, Jumat (21/12/17) mengatakan Angka Kemiskinan Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan Tahun 2017 tersebut telah melalui proses evaluasi dan diskusi antara Direktorat Statistik Ketahanan Sosial BPS dengan BPS Provinsi Sumatera Selatan selama periode September-Desember 2017.

“Angka ini merupakan angka resmi BPS tentang angka kemiskinan Kabupaten/Kota Tahun 2017. Jika ditemukan data kemiskinan Kabupaten/Kota tahun 2017 yang berbeda dengan angka tersebut maka dapat dipastikan angka tersebut bukan berasal dari BPS dan bukan merupakan angka resmi BPS,”katanya.

Sementara itu pengamat Ekonomi muda Riki Hairul Amri, SE, M, Msi, Minggu (31/03/18) mengatakan Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, antara lain: tingkat pendapatan, kesehatan, pendidikan, akses terhadap barang dan jasa, lokasi, geografis, gender, dan kondisi lingkungan.

“Kalau lihat dari rilis tersebut jelas Kota Lubuklinggau menjadi salah satu kota penyumbang penurunan angka kemiskinan terbesar, dari persentase jumlah penduduk 31.05 di bulan maret 2016 menjadi 29.54 di bulan maret 2017 atau menurun sebanyak 1.51 selain Kota Palembang menurun sebanyak 7.54 dan Musi Banyuasin menurun sebanyak 1.70,”kata Riki yang saat ini sedang mengemban Study kandidat Doctor Ilmu Ekonomi di salah satu perguruan negeri ternama di negeri ini.

Ditambahkan riki terkait Kota Lubuklinggau sangatlah wajar Kota Lubuklinggau mengalami penurunan angka kemiskinan yang meningkat antara tahun 2016 ke tahun 2017, karena di tahun tersebut Pemerintah Kota Lubuklinggau sangatlah gencar menciptakan lapangan pekerjaan.

“Berdirinya Pusat pembelanjaan Lippo Plaza, JM Square, Alfa Mart, Indomaret, Rumah Sakit Siloam, Rumah Sakit Ar. Bunda, Hotel-hotel besar salah satunya Daffam Hotel, pusat perbelanjaan tradisional Pasar Bukit Sulap, Pasar Simpang Periuk, banyaknya tempat wisata yang berdampak dengan meningkatnya pendapatan masyarakat di sekitar wisata, menyulap kampung biasa menjadi Indah dan terkenal yang juga berdampak dengan masyarakat di wilayah tersebut dan banyak lain-lainnya,”katanya.

Lebih lanjut Riki menambahkan dalam hal ini pemerintah kota Lubuklinggau menekankan 75% tenaga kerjanya harus tenaga kerja lokal, dengan berdirinya Lippo Plaza, JM Square, Rumah Sakit Siloam, Rumah Sakit Ar. Bunda, Alfa Mart, Indomaret, berdirinya Hotel-hotel, Pusat perbelanjaan tradisional Pasar bukit sulap dan Simpang Periuk .

“Melihat hal itu jelas membuat penurunan angka kemiskinan karena Ribuan masyarakat kota Lubuklinggau terbantukan karena mendapatkan pekerjaan dengan meningkatnya sektor pendapatan, dan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan diatas membuktikan keberhasilan pemimpin di Kota Lubuklinggau diwaktu itu,”tutupnya.*Akew

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *