Proyek PUBM yang Disinyalir Tak Tayang di LPSE Sudah Mulai Hancur

oleh -1.040 Dibaca

MUSI RAWAS, JS -SELAIN disinyalir tak terdaftar (tayang) di Layanan Pengadaan Secara Elektronok (LPSE), kondisi proyek puluhan milyar APBD 2019 Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Musi Rawas sudah mulai hancur, Rabu (04/3).

Berdasarkan pantauan di lapangan, Proyek Peningkatan Jalan tersebut, di beberapa titik, kondisinya sudah mulai retak bahkan di suatu titik aspalnya sudah pecah dan tergenang air.

Pegiat Anti Korupsi KabupatenMusi Rawas, Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Muratara ( MLM ), Marwan mengungkapkan, ada 2 (dua) proyek besar di Kabupaten Musi Rawas melalui Dinas PUBM yang disinyalir tidak terdaftar di LPSE.

“Kami sudah melakukan investigasi ke lapangan. Namun, baru satu proyek yang kami cek, 1 (satu) lagi mungkin dalam dua hari ini akan kami investigasi,”ungkapnya.

Setelah melakukan investigasi, lanjut dia, ternyata bukan hanya disinyalir tidak terdaftar di LPSE. Namun, fisik proyek juga bermasalah, kondisinya sudah mulai hancur, padahal baru beberapa bulan usai seratus persen.

“Saya menduga banyak hal janggal dalam pelaksanaan proyek ini, mulai dari administrasi sampai ke fisik. Untuk itu, kami minta pihak Dinas proaktif, dan APH segera mengusut persoalan ini, karena diduga banyak aturan yang telah dilanggar,” tegasnya.

Sementara itu salah seorang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas PUBM Kabupaten Musi Rawas, Iwan, saat dikonfirmasi awak media melalui ponsel pribadinya, menyangkal jika proyek tersebut tak terdaftar di LPSE. Namun, ketika ditanya kapan dan berita acaranya dia tak bisa menyebutkannya.

Dimana Iwan menjelaskan, bahwa proyek berdana besar itu wajib ditayangkan di LPSE termasuk 2 (dua) proyek yang ditanyakan, mungkin tidak muncul di LPSE saat dilihat aplikasinya sedang macet.

“Masalah kapan proses tender, silahkan tanya ke ULP,” ujarnya sembari bertanya balik. “Kamu terdaftar di mano, HJD apo PWI,” tutupnya.*Reki Alpiko.