Proyek Jembatan Pulau Kidak “Pepesan Kosong”

oleh

Muratara, JS –┬áHARAPAN belum terujud, Proyek Pembangunan jembatan pulau kidak, yang berlokasi di Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara), yang dibangun Pemerintah Musirawas. Sebatas pepesan kosong, belum lama ini

Pantauan tim Media jurnalsilampari.com dilokasi, sejak dibangun hingga sekarang jembatan pulau kidak telah menghabiskan dana sebesar Rp 20 miliar, namun jembatan itu belum bisa dif2ungsikan dikarenakan pembangunanya tidak selesai.”Masih sebatas pepesan kosong”, selain itu, sisa meterial jembatan, seperti pipa besi pancang yang belum terpasang sudah banyak yang hilang.

Saleha, salah satu Warga yang mewakili Masyarakat Desa Pulau Kidak, dirinya meminta kepada pemerintah setempat untuk melanjutkan kembali pembangunan jembatan yang sudah lama terhenti. sebab tanpa jembatan ini akses di Desanya kurang lancar, karena untuk kendaraan roda empat tidak bisa masuk ke Desa seberang.

Lanjut dia, yang paling dikwahtirkan saat Anak -anak dan warga yang ingin berpergian dari Desa Sukamenang ke Desa Pulau Kidak hanya melewati Jerambah gantung yang sudah rusak.

“Bahayanya bila anak – anak berpergian sekolah hanya melalui jerambah gantung yang telah rusak”, ungkap saleha.

Ditempat terpisah. Udus, Warga Desa Pulau Kidak saat dibincangi menceritakan , rencana sebelumnya panjang jembatan itu sekitar 150 meter, dengan Lebar sekitar 15 meter. Lanjut dia, hanya saja sampai saat ini fisik jembatan yang ada sepanjang 100 meter, sampai saat ini sisanya pekerjaan jembatan belum dikerjakan.

“Tanpa alasan yang jelas dari Pemerintah Musirawas, bangunan jembatan di Desanya tidak dilanjutkan, sedangkan sisa material sudah banyak yang hilang”, akui Udus.

Pemerintah Musirawas, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Musirawas, sejak tahun 2008 sampai tahun 2012, telah menganggarkan Pembangunan jembatan pulau kidak secara bertahap, yang dikerjakan oleh perusahaan bendera yang sama.Yaitu, PT. Kijang Sakti Contraco (KSC.

Dalam uraian data Laporan Hasil Pemerksaan (LHP), atas Laporan Keuangan Tahun 2013, Nomor : 23.A/LHP/XVIII.PLG/05/2014 yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPKRI) Perwakilan Sumsel, tanggal 26 Mei 2014. Dibangun sejak tahun 2008 untuk Tahap I senilai Rp. 4, 062 miliar.

Selain itu, untuk Tahap II tahun 2009 senilai Rp 5,650 miliar, dan untuk Tahap III tahun 2010 sebesar Rp 5,734 miliar, untukTahap IV tahun 2011 dianggarkan sebesar Rp 4,325 miliar.

Sedangkan pembangunan tahap V, tahun 2012 dianggarkan sebesar Rp 1,037 miliar. *Olel*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *