Proyek Jalan DD 2019 di Sadar Karya Selesai di Februari 2020

oleh

Lokasi Jalan Terpencil dan Tak Tepat Sasaran

MUSI RAWAS, JS-PEMBANGUNAN jalan sepanjang lebih kurang 100 m di Dusun V Desa Sadar Karya Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan gunakan Dana Desa tahun 2019, namun pengerjaannya diselesaikan pada Februari 2020, Senin (17/2).

Berdasarkan pantauan awak media dilapangan, bangunan jalan setapak yang belum diketahui berapa jumlah anggaran negara yang dihabiskan tersebut, ternyata lokasinya sangat terpencil dan tidak tepat sasaran..

Informasi yang dihimpun dari masyarakat yang enggan disebutkan namanya, menyatakan bahwa bangunan jalan tersebut baru saja diselesaikan.

“Baru seminggu kemaren selesai pak,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Perwira (Lsm-Perwira) Marwan yang juga turut kelokasi, mempertanyakan, proyek jalan tersebut semestinya selesai di tahun 2019 bukan di tahun 2020.

“Ada apa kok baru selesai dikerjakan di Februari 2020, padahal anggarannya di tahun 2019? Hal ini patut diduga ada perencanaan tindak pidana korupsi,”tegas Marwan.

Banyak kejanggalan yang ditemukan, lanjut dia, terkait pembangunan jalan tersebut, dan pihaknya memiliki bukti-bukti baik foto maupun video pembangunan jalan tersebut.

“Sudah cukup bukti tersebut dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum. Apalagi ada dugaan tindak pidana korupsi yang terencana, sehingga dalam waktu dekat kami akan melaporkan temuan kami,”paparnya.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Sadar Karya, Amri saat di konfirmasi awak media melalui ponsel pribadinya, membenarkan kalau dana tersebut dana tahun 2019 dan mempersalahkan keterlambatan turunnya dana.

“Dana itu turunnya bulan berapo? Terus berapo ikok bangunan yang dibangun? Yo ibarat kato taroklah (biarlah*red) aku yang terlambat itu. Terus, jadi masalahnyo apo?,”jawabnya dengan ketus.

Tak sampai disitu,Kades Sadar Karya dengan nada yang tinggi mempertanyakan dan berusaha mencari tahu siapa warga Dusun V Desa Sadar Karya yang telah membocorkan kepada awak media.

“Kalu Ado masyarakat yang ngadu, masyarakat mano yang ngadu,? Dak mungkin kamu masuk sampe kedalam kesitu. Dasar wong doson limo itu banyak cerito. Kalu itu fiktif boleh kamu tegur aku dan wajar-wajar bae kalo ado gawean di Sadar Karya ini fiktif,”pungkasnya.*Reki Alpiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *