Oknum Stafsus Dinilai Lecehkan Marwah Kabupaten Muratara

oleh -824 Dibaca

 

MURATARA, JS –  Pengangkatan Staf khusus percepatan kabupaten Musirawas Utara dinilai kalangan dan masyarakat blunder bagi Pemerintah Kabupaten Muratara.

Alih-alih untuk pencitraan Bupati Musirawas Utara, H. Syarif Hidayat yang akan kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Musi Rawas Utara malah merusak citra Bupati itu sendiri.

Penilaian itu dilontarkan tokoh pemuda pemekaran Kabupaten Muratara, Hery Triwahyudi, menurutnya ada oknum stafsus yang rajin main medsos di Facebook tidak memberikan komentar yang baik untuk percepatan pembangunan Kabupaten Musi Rawas Utara.

Semestinya menurut Kang Heri, oknum tersebut sesuai bidangnya memberikan sumbangsih pemikirannya yang baik untuk kemajuan kabupaten Muratara di sisa masa pemerintahan H. Syarif Hidayat dan H. Devi Suhartoni.

Dia mencontohkan, semisal bidang pemuda, seharusnya oknum tersebut menekankan peran pemuda menjadi subjek pembangunan kabupaten Muratara.

Bukan mengobok-obok, mengkotak-kotak, masyarakat Muratara sehingga terpecah, padahal pembangunan Kabupaten Muratara ini butuh dukungan seluruh masyarakat terlepas antara Bupati maupun Wabup akan menjadi rival pilkada yang akan datang.

“Tak eloklah komentar komentar nya menimbulkan sensi politik yang tinggi di Kabupaten Muratara,”ungkap Hery kemarin.

Lanjut Hery Triwahyudi, jadi pertanyaan bagi masyarakat,  kerja oknum ini untuk pribadi apa untuk pemerintah Kabupaten Muratara.

Kalau untuk pribadi, tentunya ungkap Hery Triwahyudi ini bentuk pemborosan duit negara yang pertanggung jawabannya tidak hanya ke masyarakat Muratara namun juga ke Tuhan Yang Maha Esa.

Dia berharap kerja stafsus ini harus dinilai kembali manfaat nya bagi kabupaten Muratara. Sebab ini merusak Marwah Kabupaten Muratara.

“Kami yang ikut dan turut memekarkan Muratara ini prihatin, kita perlu pembangunan dan manfaat Kabupaten Muratara bukan yang pinter ngoceh kabupaten Muratara,”tegasnya.

Hery Triwahyudi mencontohkan ketua tim gubernur percepatan pembangunan provinsi DKI, Bambang Widjayanto yang ikut tim hukum Prabowo Sandi, dia pintar dan menempatkan diri sebagai tim hukum dan mengundurkan diri ketika menjalanka tugas tersebut.

Hery Triwahyudi, meminta tim percepatan itu harus disesuaikan dengan masalah kekinian di Kabupaten Muratara.

Dia mencontohkan Muratara banyak kasus tanah bermasalah. Coba cari yang ahlinya, kalau tidak mantan pejabat BPN yang ngerti soal pertanahan di Kabupaten Muratara.

“Jadi percepatan pembangunan itu nyata,”ujarnya.

Sependapat akan hal itu, aktifis muda Muratara, Ario Pandiko menyayangkan tugas stafsus yang dianggapnya menyimpang dari tugas yang ada.

Seharusnya menurut Ario, stafsus mesti membantu pekerjaan rumah (PR) Bupati dan Wabup yang tinggal menghitung hari lagi.

Baik itu menurutnya peningkatan sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang melimpah di Kabupaten Muratara.

“Banyak pembangunan fisik yang harus diselesaikan nah ini yang mesti di laksanakan, kita punya anggaran, anggaran itu harus bermanfaat bagi kabupaten Muratara, bukan dinikmati oleh orang-orang tertentu saja,”terang Arieo Pandiko.

Ario mencotohkan soal pelantikan 154 kemarin, nah pelantikan tidak hanya untuk mengamankan kepentingan bupati, namun untuk mempercepat pembangunan kabupaten Muratara.

Sebab menurut penilaiannya ada beberapa yang tidak dibidang keilmuannya ditempatkan dibagian yang tidak sesuai.

“Ada info yang masih prematur dalam hal kepangkatannya nah ini menjadi penilaian dan tanda tanya kita,”ungkap Ario.

Ario berharap kabupaten Muratara ini semakin maju, dan yang menjaga para pemuda. Jangan terbuai oleh sesaat saja.

“Mari kita bangun Muratara ini dengan semangat tinggi untuk kesejahteraan rakyat,”ajaknya.(rls).