Misteri Rehap SDN Bina Karya

oleh

Muratara, JS – Pembangunan rehap sekolah SDN Bina Karya Kecamata Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tak kunjung usai dan meninggalkan misteri, karena sampai saat ini belum diketahui dari dinas mana dan siapa yang menjadi pemborong rehap tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Penata Ruang (PR) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Erdius Lantang mengatakan jika pihaknya tidak ada yang mengambil atau mengerjakan rehap SDN Bina Karya Kecamatan Karang Dapo yang menjadi permasalah sekarang ini.

“Kemarin saya sudah tanya dengan PPK yang memegang kegiatan di Cipta Karya, katanya tidak ada PU Cipta Karya yang mengerjakan rehab itu, bisa jadi itu Diknas, nah coba tanya saja langsung ke Diknas,” katanya

Sekarang ini, lanjutnya, bangunan itu masuk kemana steakholdernya apakah balik ke PU atau ke Dinas Pendidikan. Karena dirinya sudah menanyakan ke beberapa staf mengenai siapa yang mengambil rehap tersebut

“Saya sudah memanggil beberapa staf, namun memang tidak ada yang mengabil rehap sekolah tersebut. Mereka tidak ada yang tahu dan memang tidak ada kegiatan itu,” akunya baru sebulan menjabat di PUPR

Dirinya juga mepertanyakan mengenai ketidak tahuan kepala sekolah dengan pemborong yang merehap sekolah tersebut, karena dirinya menganggap itu tidak masuk akal

“Tidak mungkin kepala sekolah itu tidak tahu siapa pemborongnya, ecara logika saja kalau orang bekerja di rumah kita tidak mungkin kita tidak tahu siapa yang mengerjakan itu,” ujarnya

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Abdul Kadir kabupaten Muratara mengatakan, jika dirinya belum bisa berkomentar apa-apa karena bukan Dinas Pendidikan yang menangani masalah tersebut. Jadi, Kabid merasa bukan wewenang dirinya untuk memberi komentar permasalahan tersebut.

“Sebenarnya kami tidak ada kaitannya untuk berkomentar permasalahan tersebut, kan rehap gedung sekolah ini menggunakam dana APBD, jadi yang mengelola yaitu dinas PU BM,” ungkap Kabid Dikdas

Di singgung mengenai laporan yang telah dimasukan kepala sekolah SDN Bina Karya, ia mengarahkan untuk melakukan konfirmasi ke Abdurrahman Wahid, karena beliau dulu merupakan kepala dinas pendidikan.

“Jika si kepala sekolah mengatakan sudah melapor langsung ke pak Abdurrahman Wahid, maka lebih baik menanyakan hal tersebut kepadanya karena beliau kemarin masih kepala dinas pendidikan,” pungkasnya. *A. Kris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *