Kesbangpol Gelar Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental

oleh -1.020 Dibaca

Muratara, JS -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas Utara (Muratara) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mengadakan sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental Kepada Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan organisasi Pemuda yang ada di Kabupaten Muratara.

Acara berlangsung di halaman Kantor Kesbangpol Muratara dihadiri oleh Kepala Badan ( Kaban) Kesbangpol Muratara Hj Herawati, Kapoksek Rupit AKP Yulfikri, Sekretaris Pol PP Deni Andri, perwakilan masing masing OPD, tokoh agama, Karang Taruna. Sebagai nara sumbernya Kaban Kesbangpol Propinsi Sumatera Selatan Fitriana dan dr Ernawati. Selasa (8/5).

Kaban Kesbangpol Muratara Hj Herawati mengatakan kegiatan hari ini adalah Pembentukan gugus tugas sekaligus pengeselahan pengurus gerakan revolusi mental yang SK-nya ditandangini oleh Bupati Muratara.

“Jam 1 siang nanti kita ke kantor Camat Rawas Ulu untuk sosialisanya, sebagai nara sumbernya Fitriana dari Kesbangpol propinsi dengan dr Ernawati dari propinsi sumsel,” terangnya

Dikatakan Hj Herawati, tujuan kegiatan ini adalah untuk mengubah kebiasan lama manjadi kebiasaan yang baru, jadi mentalnya yang harus diruba. “Ada 5 gerakan yang harus kita rubah, khusus hari ini adalah gerakan Indonesia bersih. Jadi yang dikatakan bersih itu tidak hanya bersih lingkungan, bersih hati, bersih diri, bersih satuan-satuan kerja, tapi semuanya. Jadi kita dukung program pemerintah ini, karna yang mencetuskan pertama kali revolusi mental adalah presiden RI pertama,” jelasnya

Dengan adanya kegiatan semacam ini Kaban Kesbangpol berharap, Muratara ini dapat mengubah perilaku lama menjadi perilaku yang baru. “Kita ini sebagai pemula, setelah mendapatkan SK-nya agar ada gebrakan. Misalnya, dibidang ketertiban leading sektornya dari Polpp termasuk pesta malam harus dihapuskan. Dengan adanya pesta malam maka peredaran narkoba tidak bisa diberantas,” ujarnya

Sementara itu dr Ernawati sebagai nara sumbernya mengatakan sekarang ini sudah memasuki Gerakan indonesia bersih. Dimana pada tahun 2020 Indonesia bebas sampah.

“Berdasarkan data penelitian, 1 keluarga menghasilkan 2,5 kg sampah perhari. Mulailah dari sekarang kita pilah sampah, mana yang plastik dan mana yang kertas. Mana yang bisa daur ulang, mana yang bisa di buang langsung,” ungkapnya

Ia menjelaskan, ada 3 jenis sampah. Sampah organik yakni sisa makanan, daun daun, rumput, ranting dan kotoran ternak. Sampah Daur Ulang yakni botol aqua, kertas koran, kardus, bungkus makanan, kayu, besi dan plastik. Sedangkan sampah yang tidak dapat di daur ulang yakni kain perca rusak dan plastik rusak. “Sampah-sampah ini ada yang bisa dijadikan uang, apalagi sekarang ini bisa dibentuk Bank sampah,” pungkasnya.*AgusKristianto