Keputusan Bupati “Dikangkangi”, Kadis PMD Bungkam

oleh -64 Dibaca

#Pilkades Kebur Jaya Tetap Digelar Serentak

MUSI RAWAS, JS – SUKSESI Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan tak diikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Pasalnya, belum lama Polemik mulai redah, kini polemik tersebut mencuat kembali. Keputusan Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud beberapa waktu lalu yang memerintahkan Dinas terkait untuk menunda Pilkades di Desa Kebur Jaya sampai ada hasil tes ulang Narkoba Balon Kades atas nama Amran.

Namun, berdasarkan data yang dihimpun awak media Jurnal Silampari.com, Pilkades Desa Kebur Jaya tetap di gelar serentak pada tanggal 8 April 2021.

Abdul Aziz, SH selaku Kuasa Hukum saudara Amran menegaskan bahwa pihaknya telah menjalankan apa yang menjadi Rekomendasi dari Bupati Musi Rawas.

Berdasarkan hasil pengujian Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi DKI Nomor: 2.2.2/ 024-2104010003 melalui Rambut , dengan Hasil TIDAK TERDETEKSI/NEGATIF. Pengambilan sampel dilakukan tanggal 1 April 2021, dan hasinyal tertanggal 6 April 2021.

“Pada hari ini juga sekira pukul 16.00 WUB, sesuai dengan undangan DPMD telah kami sampaikan secara resmi. Tetapi sungguh sangat mengejutkan , ternyata Panitia Desa telah melakukan penyebaran Undangan untuk pemilihan tanggal 8 April 2021 mendatang,”tegas Abdul Aziz, SH melalui Telefon pribadinya, Selaso (6/4).

Oleh sebab itu, pihaknya mendesak Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud, untuk segera bertindak dan jangan tutup mata.

Bupati Musi Rawas jangan biarkan kekacauan ini tejadi. Siapa yang bermain-main di Pilkades Kebur Jaya,? Kekuatan Politik siapa yang mendalangi dan merampas hak demokrasi Masyarakat. Jangan biarkan terjadi chos masyarakat Kebur Jaya. Jadikan hukum sebagai panglima,”desaknya.

Demi Hukum, lanjut dia, klien-nya harus ditetapkan sebagai Calon, ditetapkan nomor urutnya dan berhak mengikuti kompetisi.

Dugaan rekayasa persoalan Narkoba saudara Amran pada tanggal 29 Januari 2021 akan kami tempuh jalur hukum. Akan terbongkar siapa dalang dan yang terlibat,”tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD, Ahmadi Zulkarnain saat diminta klarifikasi terkait hal tersebut melaui pesan WhatshApp pribadinya, tidak kunjung merespon kendati berstatus online hingga berita ini diterbitkan.*Reki Alpiko.