Kembali, Muratara Di Rendam Banjir

oleh

# Karang Dapo Dan Rawas Ilir Jadi Yang Terparah

Muratara, JS – Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) kembali direndam banjir, setidaknya ada 4 kecamatan yang terendam banjir yang berasal dari luapan air sungai. Hal ini dikarenakan curah hujan yang terus mengguyur beberapa hari terakhir dan mengakibatkan meningkatnya debit air sungai sehingga membanjiri pemukiman warga

Dari 4 kecamatan yang terkena banjir yakni, Kecamatan Karang Jaya, Kecamatan Rupit, Kecamatan Karang Dapo dan Kecamatan Rawas Ilir. Kondisi terparah dilanda banjir yakni kecamatan Rawas Ilir dan Kecamatan Karang Dapo. Bahkan hampir setiap desa di 2 kecamatan tersebut terendam banjir, sehingga melumpuhkan aktivitas masyarakat.

“Banjir ini sebenarnya sudah musiman setiap tahunnya. Akan tetapi setiap musim banjir selalu aktivitas masyarakat lumpuh. Karena banyak titik-titik jalan desa tidak dapat dilalui kendaraan karena terendam banjir,” kata Rozi (54) Warga desa Kecamatan Rawas Ilir

Dengan meningkatnya debit air di desanya, masyarakat mulah tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasanya. “Curah hujan tinggi sehingga air sungai rawas meluap dan menyebabkan banjir. Termasuk ratusan hektar kebun milik masyarakat ikut terendam,” jelasnya

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara, Zulkifli membenarkan bahwa kondiai air sungai meluap dan merendam permukiman masyarakat. Banjir ini sejak Sabtu (10/03) kemarin. Dimana sekitar pukul 03.00 wib volume air sungai terus naik dan naik sehingga ketinggian mencapai 1 meter.

“Kami telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Bencana Muratara untuk memberikan bantuan evakuasi. Dan pihak kita juga telah berkoordinasi dengan Dinas Dan Intansi terkait lainya untuk tetap waspada dan siaga bencana banjir ini, karena kami mendapatkan laporan debit air kembali naik,” jelasnya.

Sementara, Pantauan lapangan yang dilakukan Forum Jurnalis Jelajah Muratara (FJ2M) ke desa yang berada di Kecamatan Rupit, kondisi terakhir debit air mulai menyurut berangsur-angsur. Namun sudah banyak warga yang telah mengemas barang-barang yang barada dirumahnya, dikarenakan takut banjir kembali datang, karena keadaan seperti ini tidak bisa di prediksi.*AK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *