Jika Pembangunan Berjalan, Petahana Tak Perlu Panik

oleh -855 Dibaca

By. Irvan Rizaldy, KF (Tokoh Pemuda dan Pengusaha Muda Asal Kota Lubuklinggau)

MENYIKAPI kontestasi politik saat ini, pihak Petahana mestinya bersikap optimis dan tidak perlu panik jelang Pilkada serentak September mendatang.

“Kalau tean pemenangan atau kandidat mengalami Panic Attact, saya pikir tidaklah wajar. Namun, kepanikan bisa saja terjadi jika Program Kerja dan janji politik di periode sebelumya tidak berjalan sedemikian rupa,”ujar Aktivis kawakan yang pernah berkiprah di Provinsi Bengkulu, Senin (27/01).

Nah, sebaliknya jika hal ini terjadi, dimana semua program pembangunan berjalan, progres pemberdayaan masyarakat berjalan dengan baik, pembangunan infrastruktur terbuka dan terlihat progres untuk apa panik. Sebab,setiap program yang dijalankan sudah tentu menjadi tolak ukur masyarakat untuk menilai.

“Dalam komteks ini, tujuan diadakannya Pilkada adalah untuk mengevaluasi atau bisa juga memberikan hukuman kepada Kepala Daerah Petahana yang tidak bekerja melaksanakan janji politik diperiode swbelumnya. Jadi kalau dirasa Petahana tidak banyak berbuat untuk rakyat baik di sektor pembangunan tidak berjalan mulus, maupun aspek sosial kemasyarakatan tidak terlihat baik, maka kembali lagi saya katakan wajar kalau Petahana panik,”beber Pria berkumis ini.

Dalam teori politik, pihak manapun yang berkuasa bisa melakukan Imaging Politik. Dimana Petahana bisa membangun citra selama menjabat periode sebelumnya. Untuk itu, Petahan harus optimis menjelang pelaksanaan Pilkada Kabupaten Musi Rawas September mendatang.

Oleh sebab itu, Petahana harusĀ  menerapkan Imaging Politik dengan memaksimalkan program kerja kedepan jika ingin memegang kembali tampuk kekuasaan.

“Namun, jika nantinya pada Kontestasi Petahana mengalami kekalahan, maka bisa saya simpulkan apa yang dilakukan Petahana selama menjabat tidak berjalan dengan baik,”pungkasnya.*Rwki Alpiko.