Ide dan Gagasan Baru Sang Penantang Mampu Tumbangkan Petahana

oleh

KONTESTASI Pilkada serentak se-Indonesia terkhusus  Kabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara (Muratara) Provinsi Sumatera Selatan masih terhitung 8 (delapan) bulan lagi.

Namun, aura Pilkada sudah mulai terasa. Dimana, sudah banyak bermunculan Tokoh Masyarakat maupun Tokoh Penuda yang menebar pesona baik di Media Sosial maupun terjun langsung ke masyarakat. Begitu juga calon kandidat Petahana maupun rival abadinya di Pilkada 2015 silam.

Lalu, seberapa besar peluang Petahana versus sang Penantang di Pilkada Septenber mendatang. Berikut ulasan Irvan Rizaldy, KF selaku Tokoh Penuda dan Pengusaha Muda asal Kota Lubuklinggau.

Menurut Irvan, terlampau cepat jika kita memprediksi siapa yang kuat. Apakah Petahana atau kandidat lainnya. Mengingat, Petahana dan Penantang mempunyai peluang yang sama. Hanya saja saat ini Petahana   diuntungkan oleh porsi kegiatan yang disinergikan di akhir massa jabatan. Termasuk dengan program kerja unggulan yang bisa direalisasikan di akhir periode ini.

“Saya pikir jika Petahana mampu mengelola dengan baik lumbungnya, maka tentu ini akan menjadi salah satu penentu untuk periode kedepannya,”tutur Irvan Rizaldy kepada awak media Jurnal Silampari,com, Kamis (23/01).

Saat ini, lanjut dia, Calon Petahana sudah memiliki popularitas dan basis massa. Tentu selama menjabat mestinya Petahana bisa membangun basis massa.

“Nah, kalau tidak terbangun basis massa yang baik, maka ini merupakan ancaman sekaligus peluang bagi Penantang untuk mengalahkan Petahana,”terangnya.

Untuk itu, lanjut dia, skala pengujian mesti dilakukan untuk menilai seberapa besar popularitas Petahana saat ini. Jika popularitas kecenderungannya sedikit, maka ini menjadi ancamana.

“Saya melihat Petahana cukup PD saat ini. Artinya secara keseluruhan bisa jadi Petahana memiliki data akurat tentang popularitas beliau. Tapi, Penantang yang punya ide dan gagasan baru tentang perubahan dan pembangunan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemilih baik di Kabupaten Musi Rawas maupun Muratara,”bebernya

Sebaliknya, Petahana yang tidak mempunyai ide baru dan gagasan klasik akan ditinggalkan oleh pemilihnya, karena saat ini yang menjadi kebutuhan penting masyarakat adalah masalah pembangunan dan pemerataan sektor wilayah pembangunan.

“Kita menunggu tawaran baru dari Penantang dalam bentuk ide dan gagasan. Jika terdapat gagasan baru yang mumpuni, bukan tidak mungkin Petahana bisa jadi tumbang,”pungkasnya.*Reki Alpiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *