DPRD Muratara Komisi III Minta Bantu Telusuri

oleh

#Dugaan Pemalsuan Dokumen Rehab Gedung Sekolah

Muratara, JS – Anggota DPRD Musi Rawas Utara (Muratara) Komisi III, Bakri meminta telusuri kebenaran mengenai pemalsuan dokumen rehap gedung SDN Bina Karya Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara. Ia mengaku jika dirinya belum mengetahui mengenai masalah tersebut

“Terima kasih atas pemberitahuannya, saya sedang diluar kota. Jujur saya belum mengetahuinya dan saya minta bantu terlebih dahulu untuk ditelusuri kebenarannya sebab itu bisa jadi pidana,” tegasnya

Jika benar lanjutnya, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan melakukan pemanggilan dinas terkait untuk memberikan penjelasan karena dianggapnya terlalu nekat dan berani melakukan pemalauan dokumen.

“Jika benar, nanti kita akan lakukan pemanggilan untuk minta keterangan dari dinas terkait,” ujarnya dengan nada sedikit tinggi karena kesal jika benar.

Diketahui, pembangunan rehab gedung SDN Bina Karya Kecamatan Karang dapo pada tahun 2017 sampai sekarang tak kunjung Usai. Ironisnya bagunan tersebut terbengkalai dan tidak dikerjakan lagi sehingga menjadi keluhan guru dan murid.  Bahkan dugaan adanya rekayasa dokumentasi pemberkasan laporan penyelesaian menggunakan foto lama atau gedung lain.

Kepala Sekolah SDN Bina Karya Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara Basir J menuturkan, pembongkaran gedung sebanyak tiga lokal dimulai pada bulan september 2017 dan sampai tanggal 20 desember 2017 mau tutup buku akhir tahun, gedung itu belum juga selesai. Dan pada tanggal 27 Desember 2017 pihak pemborong mengambil foto gedung lain untuk laporan seratus persen.

“Mereka bongkar gedung tanpa berkoordinasi dengan saya, tahu-tahu langsung bongkar aja. Mengenai foto-foto dilaporan itu rekayasa semua, karena mereka mengambil foto gedung tahun 2015 untuk laporan 100 persen. Saat itu saya minta tolong kepada Ketua JPKP Muratara Zaida Abdi untuk mencegatnya karna bangunannya belum selesai,” ungkapnya

Lanjut Kepsek, sekarang ini pihaknya merasa dirugikan karna siswa-siswi di SDN Bina Karya yang sebelumnya dikelas masing-masing tapi sekarang mereka harus dijadikan satu kelas.

“Sekarang ini anak-anak belajar sangat terganggu, karna dalam satu kelas itu ada yang 45 orang dan 53 orang siswa akibat gedung itu belum selesai dan tidak bisa ditempati,” keluhnya

Lebih lanjut Kepsek mengungkapkan, yang sangat mencolok sekali dimata masalah pembangunan gedung itu adalah pemasangan Keramiknya belum selesai, dindingnya belum di Cat sama sekali, pintunya belum ada, kemudian kaca jendelanya belum ada, plafonnya lebih rendah dari yang sebelumnya, dan atap samping (Sayap red) itu sekitar satu jengkal dari dinding bila hari hujan otomatis kena dinding semua dan itu masuk ke kelas.

“Saya tidak tahu CV apa yang borongnya karna papan plang proyek tidak ada, dan kami semua guru yang ada di SDN Bina Karya sudah menandatangani dan menolak rehab gedung itu karna belum selesai,” tegasnya

Dia menambahkan, masalah ini sudah dilaporkannya dengan Inspektorat Muarata, KUPT Kecamatan Karang Dapo pak Sulaiman, Kepala Dinas Pendidikan Muratara, kemudian kepada Ketua JPKP Muratara namun sampai sekarang belum ada informasinya.

“Mengenai foto-fotonya sudah kami serahkan dengan ketua JPKP Muratara, KUPT Kecamatan Karang Dapo, Inspektorat Muratara, dan Dinas Pendidikan Muratara. Sampai sekarang tidak ada tindak lanjutnya, jadi sekarang ini saya bingung,” pungkasnya. A. Kris

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *