Diduga Tak Adil Bagi BLT, Sejumlah Warga Dusun VI L Sidoharjo Geruduk Kantor Desa

oleh

Dibalik Pembagian BST, Ada dugaan Pungutan Uang Bensin Rp. 10 Ribu

MUSI RAWWS, JS – POLEMIK pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa maupun Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial yang disinyalir tak adil di Desa L Sidoharjo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan berujung pada ” Aksi Protes” warga Dusun VI ke Balai Desa, Rabu (10/6).

Dari data yang dihimpun awak media Jurnal Silampari.com dilapangan, diketahui bahwa jumlah penerima BLT -DD di Desa L Sidoharjo sebanyak 151 KK. Sementara penerima BST Pusat sebanyak 189 KK.

Dari pantauan di Lapangan sekira Pukul 10.15 WIB, sejumlah warga Dusun VI mendatangi Balai Desa guna menyampaikan protes terkait pembagian BLT _DD maupun BST Pusat. Sementara Perangkat Desa yang hadir diantaranya Kepala Desa L Sidoharjo, Guntoro, Sekretaris Desa, Kepala Dusun VI, Yahya serta Perangkat Desa lainnya.

Namun, selang beberapa menit, ada kejanggalan dari sudut mata awak media maupun rekan-rekan LSM yang sempat hadir dari pagi menunggu. Dimana, ada 2 (dua) perwakilan warga selaku koordinator yang dipanggil Kades ke ruangan, sementara warga yang lain menunggu di ruang pertemuan. Sehingga, hal tersebut menimbulkan kecurigaan

Benar saja, selesai keluar dari ruang Kepala Desa, ke-2 (dua) warga tersebut saat diminta keterangan oleh awak media enggan beebicara dan warga yang lain yang ingin mengetahui hasil pertemuan tersebut, ke-2 nya juga bungkam seribu bahasa alias berubah 360 derajat.

Alhasil, awak media mencoba meminta keterangan dari ke-2(dua)nya dengan mendatangi kediaman salah satu koordinator, namun tidak ada ditempat. Sampai pada malam hari sekira pukul 21.50 WIB untuk ke+3 (tiga) kalinya, sang koordinator bisa dijumpai dikediaman warga. Namun, sambutan yang kurang baik ditunjukkan oleh oknum koordinator tersebut.

“Sebenarnya tu aku bawa seorang yang tidak mampu-mampu. Nah, karena kakak enggak dapat ( warga yang diajak bicara koordinator*red) maka aku ajak, solusinya gimana? Nah, tapi nyatanya diKantor Kepala Desa, solusinya Kepala Desa sudah bagus. Ada data tu ku tengok ada. Semua nanti mendapat. Jadi, kita gak ada lagi permasalahan dengan Kepala Desa,”cetusnya.

Saat ditanya ketika melihat data BLT-DD dan BST Kementerian Sosial yang mereka lihat, itu penerimanya beda atau tidak, yang bersangkutan tidak mau berkomentar banyak.

“Kalo yang cak itu, kami tidak mempersalahkan. Itu aku gak mau komen. Kalu kamu kurang puas, datang bae kerumah. Aku ni bantu orang miskin,”ungkapnya dengan emosi, sambil beranjak pergi.

Sementara Kepala Desa L Sidoharjo , Guntoro saat diminta tanggapannya, terkait tuntutan warga Dusun VI, membantah jika yang belum mendapatkan BLT-DD maupun BST Kementerian Sosial sudah diusulkan.

“Dinas yang mengeluarkan data, kita hanya mengusulkan. Semua kita usul galo, jika kebetulan yang keluar duluan itu keluarga Perangkat desa, itu bukan ranah kami. Kita kaget dengan kedatangan mereka, karena selama ini tidak ada. Pertama, BLT Dana Desa tidak ada masalah baru ini kan mencuat. Mohon maaf ya teman-teman bukan kita ingin menyembunyikan permasalahan, itu tidak, boleh tanya perangkat desa kalau yang saya sampaikan tidak benar,”jelas Guntoro.

Sementara, ketika diminta klarifikasi apakah Kepala Desa mengetahui atau memerintahkan terkait dugaan pungutan uang bensin oleh oknum, dengan tegas beliau menyatakan tidak mengetahui apalagi memerintahkan.

“Saya tidak tahu. Kalau benar adanya pungutan, akan kita panggil dan lakukan tindakan,”tutupnya*bro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *