Dengan Membakar Ban, Aliansi OKP Cipayung Geruduk DPRD Musi Rawas

oleh

Lubuklinggau, JS – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi OKP Cipayung Silampari (HMI, GMNI, KAMMI, PMII, IMM dan HPP Muratara) geruduk Gedung DPRD Kabupaten Musi Rawas, Kamis (29/03).

Dengan membakar Ban di depan Gedung DPRD, tuntutan mereka antara lain menolak kenaikan BBM, mendesak DPRD Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara untuk membuat fakta integritas penolakan kenaikan BBM, meminta kepada pihak pertamina untuk membuat ambang batas terendah dan tertinggi harga BBM dan untuk mematuhi dan menjalankan peraturan UU No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informsi Publik (KIP).

Koordinator Lapangan Syarifudin mengatakan setiap informasi yang dikeluarkan oleh pemerintah harus disampaikan ke publik, lain halnya dengan informasi menyangkut nama baik pemerintah seperti informasi Intelejen dan sebagainya.

“Kalau demi kepentingan umat, kemasyarakatan itu wajib di sampaikan, karena ini menyangkut Hak asazi Manusia dan setiap orang berhak mendapatkan serta menyampaikan pendapat,”katanya.

Lebih lanjut Syarifudin menambahkan masyarakat berhak untuk mendengarkan pendapat oleh pemerintah apa yang disampaikan apa yang di keluarkan kebijakannya.

“Jadi dalam hal ini kami berhak untuk menyampaikan informasi kami, selesai aksi di sini (DPRD Musi Rawas*Red) kami akan aksi di DPRD Kota Lubuklinggau dan titik akhir di simpang RCA Kota Lubuklinggau, bila tuntutan kami tidak terpenuhi kami akan lakukan aksi lanjutan karena ini bukan aksi pertama dan terahir melainkan ini permulaan aksi yang mewakili masyarakat,”katanya.

Sementara itu Perwakilan dari DPRD Kabupaten Musi Rawas Alamsyah Amanan mengatakan masyarakat susah dengan kenaikan BBM ini dan kita akan sampaikan ke Dewan dari tuntutan tersebut.

“Untuk tuntutan point ke 3 adik-adik Mahasiswa yang meminta Pertamina untuk membuat ambang batas terendah dan tertinggi harga BBM, kami akan mengundang kepala Depot Pertamina,”katanya.

Ditambahkan Alamsyah dari 4 (empat) tuntutan ini nantinya akan kita bicarakan pada paripurna dewan nanti.

“Hal ini pasti kita respon baik apa yang menjadikan tuntutan adik adik mahasiswa dan kami berjanji akan mengundang adik-adik untuk berdialog bersama-sama pada hari selasa nanti dan diharapkan untuk perwakilan anggota mahasiswa 5 (lima) orang saja karena kapasitas ruangan cuma untuk perwakilan 25 (dua puluh lima) orang,”tutupnya.*Akew

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *