Bupati Hendra : Ijtima’ Jadikan Wadah Silahturahmi

oleh

MUSIRAWAS, JS – Bupati Musi Rawas H. Hendra Gunawan mengapresiasi, terlaksananya  Ijtima’ umat islam berlasung Masjid Agung Darussalam Muara Beliti. Dimana, melalui kesempatan pertemuan besar para ulama dan ribuan jamaah. Orang Nomer Satu Bumi Lan Serasan Sekantenan berharap kegiatan Ijtima’ mampu dijadikan wadah silahturahmi.

“Sungguh luar biasa, terhitung 13 tahun berdirinya masjid Agung Darussalam. Dimana, belum lama. Telah lebih dulu, disini berara rumau allah kedatant Dai abduk somat, kesempatan tagblik akbar Isya Mirad. Di pengujung akhir tahun 2018, kita juga kehadiran ribuan jamaah melasungkan Ijtima’ umat islam. Artinya, mari dengan kesempatan besar jadikan kegiatan Ijtima’ sebagai memperdalam ilmu agama, sekaligus jadikan wadah meningkatkan silahturahmi,”terang dalam sambutan meresmikan berlangsungnya Ijtima’ umat islam wilayah barat. Kamis (6/12) siang.

Tidak hanya sekedar berikan apresiasi, lebih jauh Hendra menuturkan dari semua kesempatan Ijtima’. Semua komponen, masyarakat. Mulai dari peran pemerintah kabupaten bersama-sama mempersiap segala agar kegiatan terselengara tanpa hambatan apapun.

“Sekali lagi, kita pemda mengapresiasi kehadiran saibul bait. Adapun, dengan Ijtima’ kita semua bersama-sama wujudkan kemakmuran masjid, sekaligus mengharapkan ridho allah bahagia selama di dunia maupun akhirat,”bebernya.

Sementara itu, kesempatanya Ustad Kosim selaku penanggung jawab ijtimah Masjid Darussalam Muara Beliti memastikan, pelaksanaan pertemuan Ijtima’ sudah menjadi agenda penting. Dan kegiatan sendiri, tidak hanya berlasung disini (masjid agung darussalam/red).Namun, semuanya telah dilasungkan seluruh Indonesia. Dimana, hakekatnya mengembalikan tugas dan tangung jawab sebagai umat islam.

“Kita berkumpul, tidak ada menyangkut masalah politik, maupun kepetingan lainya. Semuanya kita berkumpul bersama, jalankan perintah sholat lima waktu, berdzikir bersama ddengarka dakwa para ulama sebagaimana dahulu kehidupan zaman nabi,”katanya.

Dalam kesempatan sendiri, kurang lebih ada sebanyaj 3 ribu jamaa berkumpul. Masing-masing berasal jamaah 4 provinsi. Jambi, bengkulu, bangka belitung dan juga tuan rumah sumsel.

“Dalam penyampaian materi kita memperhatikan terkait makna Islam bangkit sejumlah komponen. Pertama islam dilihat secara  Ulama dengan ilmunya “alqumaro bi qolbi, bil albi” artinya semua mulai raja presiden, hingga ke bawah terkecil Kita kumpulkan medan ijtoma. Kemudian, Al mukamal aqli, berkumpulnya para cidikiwan. Semua kita kumpulkan, tempat mulia ini. Dan selanjutnya, adanya islam terhadap orang miskin usur serba kekurang pun kita kumpulkan. Artinya, bukan mustahil, janji allah membatu umat dibangkitkan islam. Islam tinggi, tidak ada melebih,”tukasnya. HR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *