Budaya Saling Rojong di Muba Dukung Wujudkan Indonesia Maju

oleh -685 Dibaca

Bupati Muba Dodi Reza Hadiri Musrenbangnas RPJMN 2020-2024 di Istana Presiden

JAKARTA, JS – Gotong royong menjadi budaya yang sangat mendukung program nasional dalam memajukan bangsa. Seperti misalnya budaya gotong royong atau Saling Rojong yang dikenal di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang kini terus digencarkan Bupati Muba Dodi Reza dalam upaya melakukan percepatan pembangunan.

Upaya percepatan pembangunan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang digencarkan Bupati Muba Dodi Reza bersama Wakil Bupati Muba Beni Hernedi sejak dua tahun belakangan tentu tidak bisa dipisahkan dari budaya Saling Rojong di Muba.

“Jadi, budaya saling rojong di Muba itu harus terus dijaga dan ditingkatkan, ini juga menjadi bagian untuk mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong-Royong,” ungkap Bupati Muba Dodi Reza saat menghadiri Peresmian Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Senin (16/12/2019) di Istana Negara Jakarta.

Kandidat Doktor Universitas Padjajaran ini juga menambahkan, dalam upaya percepatan pembanguna infrastruktur di Muba persoalan anggaran bukan menjadi masalah, upaya dirinya menggandeng PT SMI sebagai alternatif pembiayaan percepatan pembangunan di Muba dinilai sukses menjadi upaya percepatan pembangunan di Muba.

“Jadi, meski APBD kita terbatas itu bukan jadi alasan untuk memajukan Muba, Alhamdulillah bertahap pembangunan di Muba satu persatu bisa diselesaikan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Muba,” tegasnya.

Kemudian, upaya mempermudah dan mempercepat proses perizinan yang telah dijalankan selama ini oleh Pemkab Muba dalam mendorong peningkatan dan transformasi bidang perekonomian.

“Misalnya rencana implementasi kita dalam mengolah dan mengelola kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati/biofuel, ini juga dalam upaya kita menekan impor BBM seperti yang menjadi visi dan misi bapak Presiden RI Joko Widodo, dan ini nantinya akan dimulai di Muba,” imbuhnya.

“Selain itu, program pendidikan dan kesehatan tetap akan menjadi prioritas Pemkab Muba ke depan untuk menjadi andil kontribusi peningkatan kesejahteraan warga Muba,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Ketua Kamar Dagang Industri (KADIN) Sumsel ini mengatakan tujuh Agenda Pembangunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) IV tahun 2020-2024 sangat selaras dengan apa yang nantinya akan di implementasikan oleh Pemkab Muba.

Dikatakan, adapun tujuh agenda tersebut yakni Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas dan Berkeadilan, Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi Kesenjangan, Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berdaya Saing, Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan.

Kemudian, Memperkuat Infrastruktur untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi dan Pelayanan Dasar, Membangun Lingkungan Hidup Meningkatkan Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim, dan Meningkatkan Stabilitas Polhuhankam dan Transformasi Pelayanan Publik.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo yang menghadiri peresmian pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di Istana Negara dalam kesempatan itu, Jokowi mengingatkan kembali apa yang akan pemerintah kerjakan dalam lima tahun ke depan.

“Yang pertama bahwa kita akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur, karena kita ingin memperkokoh pondasi, dalam kita berkompetisi dengan negara-negara lain,” ujarnya.

“Sesakit apapun harus berani kita tahan agar yang namanya pembangunan infrastruktur betul-betul rampung dan selesai. Artinya kelanjutan pembangunan infrastruktur tetap kita laksanakan,” lanjut Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo itu mengungkapkan pemerintah ingin menyambungkan infrastruktur dengan kawasan industri hingga kawasan wisata yang ada di setiap daerah. Siapa yang menyambungkan? Jokowi menyebut semua itu menjadi tugas pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten/kota.

“Kalau tidak memiliki kemampuan di APBD, bisa konsultasi kepada Menteri PUPR. Berkonsultasi. Nanti saya takutnya diasosiasikan lain, semua berbondong-bondong konsultasi. APBD tidak mampu, ini yang bahaya,” katanya.**

No More Posts Available.

No more pages to load.