Bola, Cermin, Dan Kamus Syarat Untuk Lulus Sekolah

oleh

#Laporan Tak Sedap Datang Dari Wali Murid

Muratara, JS – Untuk memenuhi persyaratan agar lulus sekolah, SMA N Karang Dapo, Kelurahan Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) meminta kepada siswa yang sekarang duduk di kelas 3 SMA untuk memberikan bola, cermin, dan kamus yang diduga sebagai syarat kelulusan yang ditentukan pihak sekolah. Informasi tak tak sedap ini datang dari salah satu wali murid yang anaknya bersekolah disana.

Ancaman dari pihak sekolah tersebut berlaku bagi anak-anak yang lulus bersyarakat, dugaan itu merupakan hukuman karena nilai siswanya kecil dan dinyatakan tidak lulus jika hanya mengandalkan nilai murni. Dan sedikitnya ada 32 anak yang harus lulus ‘bersyarat’ dan harus menenuhi persyaratan itu.
“Adik-nyo di rumah tuh terancam tidak lulus sekolah, sebab jika mau lulus sekolah kami harus memenuhi persyaratan dari sekolah. Seperti harus membeli bola, cermin dan kamus bahasa Indonesia atau bahasa Inggris untuk rumah sekolah itu,” ujar MH, salah satu wali murid dari siswa SMA N Karang Dapo.

Ia mengaku harus ikhlas menjual handphone-nya demi memenuhi persyaratan dari pihak sekolah itu. Jika tidak dipenuhi, di kawatirkan benar-benar nanti tidak lulus sekolah apabila persyaratan itu tidak dituruti.”Saya sempat koordinasi denga pihak sekolah dan benar itu persyaratannya. Apakah ini aturan pemerintah? Jika tidak, saya minta pemerintah kabupaten atau dinas terkait tidak tutup mata,” pintanya.

Sementara, kepala SMA N Karang Dapo Zainal saat dikomfirmasi kenomor pribadinya 0853-7715-1264 tentang adanya kelulusan siswa harus memenuhi persyarakat yang diminta oleh pihak sekolah tidak bisa dihubung atau tidak aktif.

Terpisah, Kabid Dikdas Muratara Abdul Kadir mengaku akan berkoordinasi dan meminta kepada kepala sekolahnya untuk menanyakan kebenaran hal tersebut. Sebab dalam aturan pendidikan itu tidak ada.¬†“Saya akan koordinasikan langsung dengan kepala sekolahnya. Jika benar kita minta berhentikan kegiatan tersebut,” katanya.

Ia menegaskan dan meminta kepada kepala sekolah itu untuk bertanggung jawab jika benar dan ia meminta menghadapnya untuk mengklarifikasi informasi dari masyarakat itu.

“Nanti kami akan bahas kembali setelah ada pertemuan dengan kepala sekolah dan meminta kebenarannya serta akan mencari solusinya, jika benar,” pungkasnya.*AgusKristianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *