Beni Hernedi Pimpin FPTI Sumsel

oleh

Palembang, JS – Plt Bupati Musi Banyuasin (Muba) Beni Hernedi terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumatra Selatan dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) di ruang rapat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel, Rabu (4/4/2018). Beni Hernedi akan menahkodai Pengprov FPTI Sumsel selama lima tahun, dari 2018 hingga 2022.

Ketua Bidang Organisasi Pengurus Pusat (PP) FPTI Waras Budi mengatakan, musprov tersebut dihadiri pengurus 16 pengcab dan pengprov. Selain itu, beberapa pengurus PP FPTI seperti sekretaris umum, wakil sekum 2, wakil sekum 3, dan bidang organisasi juga turut hadir.

“Dia terpilih secara aklamasi dan hanya ada satu calon yang muncul dalam musprov ini,” ujar dia, Rabu (04/04).

Beni akan melanjutkan perjuangan ketua periode sebelumnya yakni Iwan Setiawan untuk memajukan olahraga panjat tebing di Sumsel. Selain itu, diharapkan akan ada kompetisi tingkat internasional di Sumsel karena venue yang dimiliki berstandar internasional.

“Dengan terpilihnya ketua baru dan dengan kepengurusan baru ini nantinya diharapkan prestasi panjat tebing Sumsel semakin terdongkrak,” ujar dia.
Organisasi juga diharapkan lebih rapi lagi. Pengurus diimbau untuk getol menggelar workshop, pelatihan, hingga kursus pelatih sehingga standardisasi kemampuan pelatih bisa dicapai.

Ketua Umum Pengprov FPTI Sumsel berpose bersama formatur dan peserta musprov Ketua Umum Pengprov FPTI Sumsel berpose bersama formatur dan peserta musprov Menurutnya, jika ada standardisasi kepelatihan, kemampuan atlet semakin terasah. Pembinaan atlet dinilai masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pengprov Sumsel.

“Saat ini ada satu atlet Sumsel yang masuk pelatnas yakni Inayah (Muhammad Hinayah). Kami berharap pengurus yang baru ini mampu melahirkan Inayah-Inayah lainnya. Ini beban pengurus baru untuk mencetak Inayah lainnya,” jelas dia.

Dalam musprov ini turut dibentuk tim formatur yang terdiri dari empat orang (dua dari pengrov dan dua dari pengkab) ditambah satu ketua. Mereka diberi waktu satu bulan untuk menyusun kepengurusan.

“Setelah itu mereka mengajukan SK dan rekomendasi dari KONI Sumsel. Kemudian rekomendasi ke PP (FPTI) dan pelantikan,” jelas dia.
Vhio JS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *