Aktivis Muda Linggau Dorong Chrisman Damanik Jadi Staffsus Presiden

oleh

LUBUKLINGGAU,JS – MUNDURNYA dua Staff Khusus Presiden Joko Widodo disinyalir terlibat polemik konflik kepentingan.

Kedua Sttaf Khusus Presiden tersebut yakni Belva Devara yang merupakan CEO Ruang Guru dan Andi Taufan yang merupakan CEO PT. Amartha Mikro Fintek yang disinyalir berpotensi memanfaatkan posisinya sebagai Staffsus Presiden untuk mengambil keuntungan dari program Pemerintah untuk perusahaan yang saat ini mereka kelola. Maka, dapat dipastikan kedua jabatan tersebut mengalami kekosongan.

Angga Juli Nasution, mantan Ketua GMNI Kota Lubuklinggau Periode 2015-2027 mendorong sosok yang tepat untuk mengisi posisi Staff Khusus Presiden yang kosong tersebut, serta menyarankan kepada Presiden Joko Widodo agar pengisian posisi tersebut harus melalui pertimbangan yang mendalam dan diharapkan mampu untuk mengembalikan spirit hadirnya Staff Khusus Milienial tersebut.

Disamping itu, lanjut Angga, dirinya menyampaikan pendapat mengenai kriteria dan rekomendasi nama pengganti Staff Khusus Milenial sebagai bahan pertimbangan Presdien.

“Dan nama itu adalah Chrisman Damanik yang memiliki kompetensi dan layak mengisi pos tersebut. Chrisman dinilai kapabel membantu Presiden Jokowi menjalankan tugas sampai akhir masa bakti pada 2024 mendatang,”jelas Angga kepada awakmedia Jurnal Silampari.com, Senin (27/04).

Lebih lanjut Angga menerangkan bahwa Bung Chrisman yang akrab disapa bang Chrisma,n selain pengusaha beliau juga memiliki pengalaman sebagai Aktivis Mahasiswa yang kerap turun kepada rakyat kecil hingga akhirnya menduduki Jabatan sebagai Ketua Presidium GMNI periode 2015-2017.

“Semangat membantu masyarakat kecil juga diteruskan dalam aktivitas advokasi hukum melalui LBH Trisakti. Kami yakin dengan segala kompetensi yang dimilikinya, beliau bisa memberi sumbangsih positif bagi Pak Jokowi dan juga bagi masyarakat Indonesia,”pungkasnya.*Reki Alpiko/rls.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *