75 Tahun Indonesia Merdeka, Petani di Linggau “Menangis”

oleh

LUBUKLINGGAU, JS – Di HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, petani di negeri Indonesia yang kaya raya akan rempah-rempahnya terkhusus di Kota Lubuklinggau belum sepenuhnya menikmati kemerdekaan, Senin (17/08).

Pasalnya, kondisi jalan menuju Bukit Kici yang melintasi Sungai Ketue yang masuk kawasan Kelurahan Ulak Lebar Kecamatan Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan cukup memprihatinkan.

Berdasarkan data yang dihimpun, diketahui dibawah kaki Bukit Kici tersebut, para petani setempat banyak yang bercocok tanam. Namun, akses jalan menuju tempat berkebun sulit untuk dilalui dikarenakan rusak parah dan penuh lumpur.

Alhasil, setiap Minggu Kelompok Tani Talang Kici yang beranggotakan 40 KK melakukan gotong royong, baik untuk memperbaiki jembatan maupun perbaikan jalan yang mereka lalui.

Indra Hasan, salah seorang petani warga RT.06 Kelurahan Ulak Lebar, mengungkapkan bahwa kelompok tani sepanjang Sungai Ketue dan Bukit Kici mengharapkan peran serta Pemerintah Kota Lubuklinggau untuk membangun Jalan Usaha Tani (JUT) serta membangun jembatan Sungai Ketue.

Kami petani Talang Kici, berharap jalan ini dibangun. Sebab, jalan ini seperti jalan kubangan kerbau sehingga mempersulit kami untuk menuju dan membawa hasil panen pertanian. Terlebih jembatan papan sudah tak layak lagi dilalui. Kami meminta Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe untuk meninjau lokasi dan segera direalisasikan,”harapnya.*Reki Alpiko Tegar/rls.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *