Gudang Hantu

oleh -611 Dibaca

#Tak Ada Penerangan Menambah Aura Mistis


MUSI RAWAS, JS – GUDANG penggilingan padi yang terletak di Pinggir Jalan Poros Dusun VI Desa L Sidoharjo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan, terbengkalai begitu saja, Kamis (09/07).

Gudang yang saat ini dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD) tersebut, diletahui dibangun sejak tahun 2007 silam dengan menghabiskan dana cukup fantastis, kini telah menjadi Gudang Hantu.

Berdasarkan pantauan dilokasi, nampak disekelilimg bangunan dan tempat masuk, banyak ditumbuhi rerumputan yang cukup tinggi, sehingga terlihat jelas tidak terawat. Apalagi, saat di malam hari, aura mistis cukup terasa sangat kuat dengan kondisi gudang yang cukup gelap tanpa ada penerangan sedikitpun, sehingga menambah aura mistis.

Konon, ada 1(satu) keluarga yang pernah tinggal di gudang tersebut. Dikisahkan, keluarga tersebut tekun beribadah. Namun, sejak menempati bangunan penuh mistis itu, mereka mengalami kejadian aneh, dimana mendengar suara mesin penggilingan padi yang bergerak sendiri. Bahkan, sempat juga sakit. Alhasil, mereka tidak tahan dan pindah. Sejak saat itulah, hingga sekarang gudang tersebut tak berpenghuni.

Reki Alpiko, (33) salah satu warga Dusun VI Desa L Sidoharjo, yang rumahnya berhadapan dengan gudang tersebut, menuturkan bahwa dirinya merasakan sangat banyak makhluk astral berkumpul, baik di dalam gudang maupun disekelilingnya. Bahkan sering berinteraksi dengan penghuninya.

Awal 2019 saya tinggal disini, sejak itupula sering ada gangguan yang berasal dari gudang tersebut, karena mereka terusik dengan kehadiran saya disini. Terlebih, ada 2(dua) orang anak kost sekira Pukul 23.00 WIB, mengalami kesurupan secara bersamaan, karena kerasukan Jin yang berasal dari gudang tersebut dan Alhamdulillah bisa teratasi atas izin Allah SWT,”tutur Aktivis Muda yang juga mendalami dunia Spiritual sejak 2013 silam.

Ditambahkan, Reki, dari cerita masyarakat sekitar, bangunan gudang tersebut tidak tepat sasaran, karena Petani Sawah disini hanya sedikit. Selain itu, jika beroperasi mesin penggilingan padi, meimbulkan polusi, baik polusi suara maupun polusi serbuk padi yang menempel di jemuran sehingga menimbulkan rasa gatal-gatal.

Untuk itu, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Musi Rawas melalui Dinas terkait agar merubah bangunan tersebut menjadi bangunan yang bermanfaat untuk warga sekitar, dan memindahkan mesin penggilingan padi ke tempat yang benar-benar membutuhkan.

Harapan kami, kepada Bupati Musi Rawas, H. Hendra Gunawan melalui Dinas terkait, agar bangunan tersebut dibongkar dan digantikan dengan bangunan yang bisa dimanfaatkan untuk orang banyak, seperti halnya Gedung Serba Guna, ataupun fasilitas olahraga untuk pemuda Desa,”pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dusun VI, Yahya saat dibincangi beberapa waktu lalu terkait bangunan gudang tersebut agar memasang lampu dengan tujuan mengurangi kesan angker serta meminta untuk menyampaikan kepada pengelola agar pohon yang menyentuh kabal di pangkas, hingga berita ini diterbitkan belum juga dilakukan tindakan. (*).